PT MAGNUM ATTACK SIDOARJO
Profil
Perusahaan
Pada bulan maret 2011, PT. Magnum Attack Indonesia membuka
pabrik garment pertamanya yang berlokasi di Jalan Candi Panggung No. 12A
Lowokwaru, Malang, Indonesia. Selama lebih dari lima tahun, perusahaan kami
telah berkembang pesat dan saat ini telah mempekerjakan lebih dari 36 karyawan
di 2 lokasi pabrik. PT. Magnum Attack Indonesia merupakan perusahaan yang
menghasilkan garment dengan kualitas tinggi untuk pasar dunia dengan harga yang
sangat bersaing.
Perusahaan kami mampu menghasilkan berbagai jenis garment,
dengan berbagai macam model, antara lain jenis pakaian Men, Ladies, Children,
dan Babies dengan total kapasitas mencapai 25000 pieces per bulan. Pelanggan
kami di seluruh dunia mengakui produk kami dikarenakan kualitasnya, keseragaman
produknya, dengan harganya yang bersaing dan mereka secara konsisten terus
melakukan kerjasama dan berkembang bersama kami.
Dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi,
perusahaan kami didukung oleh teknologi yang canggih dan tentunya dibantu oleh
tenaga kerja ahli yang kompeten di bidangnya. Didukung juga dengan peralatan
penunjang produksi seperti halnya mesin-mesin, accessories serta material dalam
memproduksi produk kami.
Sejalan dengan visi perusahaan yaitu “Kita Peduli dan
Membantu Jutaan Orang Mencapai Kesejahteraan,” kami terus berupaya meningkatkan
pertumbuhan ekonomi di semua segmen usahanya melalui jaringan produksi dan
distribusi di Indonesia.
Nama
|
PT.
Magnum Attack Indonesia
|
Bidang
Usaha
|
Perdagangan
Barang dan Jasa
|
Akta Pendirian
|
23 Juli
2016
|
Dasar
Hukum Pendirian
|
Akta
notaris Wahyu Arsyantuti, SH., M.kn. Nomor 02 tangga1 23 Juli 2016 yang
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan Nomor AHU-0034827 .AH.01.01 Tahun 2016 dan telah diumumkan
dalam Tambahan Nomor 4016080435100728 pada Pendirian Badan Hukum Perseroan.
|
Anggaran
Dasar Terakhir
|
Akta Nomor 02 tanggal 23 Juli 2016, yang dibuat di hadapan
Wahyu Arsyantuti, SH., M.kn. Notaris di Tuban, yang telah diterima serta
dicatat dalam Database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0034827 .AH.01.01
Tanggal 05 Agustus 2016
|
Izin
Usaha
|
Surat
Departemen Keuangan Republik Indonesia No. 503/ 784/ 414.214/ 2016 tanggal 18
Juli 2016
|
Tanda
Daftar Perusahaan
|
133715200633
berlaku sampai dengan 08 Agustus 2021
|
Nomor Pokok Wajib Pajak
|
76.115.809.3-648.000
|
Kantor
Pusat
Kantor
Produksi
|
Jalan
Pangeran Diponegoro Gg Srigading No. 516 Tuban
Jalan
Ikan Cucut No. 1 Malang
|
Situs
dan email
|
Visi,
Misi, dan Nilai-Nilai

Visi, Misi, dan Tata Nilai adalah hal yang sangat penting
dan merupakan landasan dan pilar yang sangat dibutuhkan dalam membangun
organisasi, serta merupakan panduan yang sangat mendasar dalam pencapaian
tujuan jangka panjang organisasi. Oleh karenanya, kajian dan evaluasi terhadap
Visi, Misi, dan Tata Nilai tersebut perlu dilakukan setiap tahun untuk
memastikan keserasian dan kelayakannya.
.
Visi
Visi “Kami peduli dan membantu jutaan orang mencapai
kesejahteraan”, bertujuan menjadi produsen garment terkemuka di Indonesia yang
keberadaannya diperhitungkan.
Misi kami adalah menjadi organisasi yang berorientasi ke
konsumen, yang melayani semua segmen, dengan menawarkan nilai yang unik untuk
masing-masing segmen, berdasarkan keunggulan penjualan dan pelayanan, dengan
didukung oleh teknologi kelas dunia. Aspirasi kami adalah menjadi perusahaan
pilihan untuk berkarya.
Nilai
Keberhasilan kami sekarang dan di masa datang berlandaskan
akan layanan dan produk kami yang berkualitas tinggi dan yang dapat dipercaya
konsumen. Untuk bisa menjaga kualitas ini kami meyakini nilai-nilai “Peduli,
Jujur, Mengupayakan yang terbaik, Kerjasama dan Profesionalisme yang disiplin”.
Nilai-nilai yang tertanam ini memungkinkan kami untuk beradaptasi dan berkreasi
untuk memberi lebih banyak pada para konsumen dan untuk menghadapi kompetisi.
Brand
Personality
• Memberdayakan – Untuk Anda, Bisa
• Enerjik –
Kerja keras dan pantang menyerah
• Proaktif – Mengambil inisiatif serta senantiasa
mengantisipasi kebutuhan dan
tantangan
• Adaptif
– Mampu
menyesuaikan diri di lingkungan yang berubah
• Mampu
–
Terlatih dengan baik serta memiliki pengetahuan
• Tulus – Menyatakan apa yang sebenarnya, serta
melaksanakan apa yang dijanjikan
1) Struktur Organisasi
2) Proses Produksi
Pabrik memproduksi garmen dengan jumlah besar garmen dengan
style dan design pada saat itu. Sebelum dimulainya produksi suatu
order/pesanan, pabrik garmen melalui beberapa kegiatan/proses yang dikenal
sebagai istilah pra-produksi. Pra-produksi proses meliputi sampel, pembiayaan
(costing), perencanaan produksi, pembelian bahan baku dan pembuatan pola
produksi. Pemotongan bahan/kain, printing, bordir, jahit, buang benang,
washing, ironing, lipat dan pengepakan semuanya adalah fungsi produksi.
1.Sample:
Sampling adalah proses di mana pabrik mengembangkan sampel
garmen sesuai dengan desain dari buyer yang telah ditentukan. Hal ini juga
dikenal sebagai tahap pengembangan produk. Pembuatan Sampel memerlukan berbagai
tahap untuk mendapatkan persetujuan desain dari buyer. Sesuai tahapan
pengembangan sampel diberi nama sebagai berikut : (dengan catatan kemungkinan
besar setiap BUYER memiliki istilah sample yang tidak sama seperti dibawah
ini).
A. Development sample terdiri dari: (sebelum proses cutting
dan sewing dimulai)
• Proto sample,
• Fit sampel,
• Size Set sampel,
• Sales man sampel
• Advertising sample
B. Production Sample terdiri dari :
• Approval/Pre-production Sample, (sebelum Pre prod M
eeting)
• Production sampel, (sesudah sewing dimulai)
• TOP of produksi (TOP) sampel (pengiriman sample tsb paling
lambat 1 minggu setelah produksi dimulai)
C. Finished Goods Sample terdiri dari :
• Shipping sample (setelah barang dikirim/ekspor).
2.Pembiayaan:
Sebuah bisnis adalah bagaimana caranya meraup keuntungan.
Jadi “costing sebuah produk” yang benar sebelum Final Order adalah sangat
penting. Costing Garment adalah biaya kumulatif bahan baku, tenaga kerja yang
berhubungan langsung dan tidak langsung serta biaya overhead langsung dan tidak
langsung. Setelah developing sampel atau secara langsung menerima sampel dari
buyer, pihak pabrik perlu mengirim harga FOB (Freight On Board= barang dikirim
sampai pelabuhan setempat/lokal) garmen. Untuk memutuskan FOB, pabrik garmen
membuat cost sheet termasuk biaya bahan baku, total biaya tenaga kerja langsung
dari setiap proses, biaya overhead pabrik. FOB adalah jumlah total biaya garmen
ditambah keuntungan pabrik dan pajak.
3.Perencanaan Produksi:
Setelah order diterima pabrik membuat rencana kebutuhan
bahan baku. Bahan baku seperti kain, benang jahit, bahan kemasan/packing, hang
tag dan aksesoris lainnya. Pabrik merencanakan waktu terjadwal (timeline)
seperti kapan mulai cutting, kapan harus menyerahkan hasil cutting, kapan harus
selesai sewing dan finishing, tanggal Final Inspection dan tanggal pengiriman.
Dalam perencanaan produksi , tanggung jawab pekerjaan untuk masing-masing
proses sudah ditetapkan.
4.Cutting:
Dalam tahap ini kain digelar lapis demi lapis diatas meja
dengan ketinggian tertentu. Kemudian dengan menggunakan mesin pemotong kain
dipotong menjadi bentuk potongan garmen atau pola yang kemudian dipisahkan.
Menggelar kain bisa dengan cara manual atau otomatis. Potongan bagian panel
tersebut kemudian beri nomor (urut & lot) dan diikat kemudian dikirim ke
ruang sewing. Kualitas produk akhir (garmen) sangat banyak tergantung pada
kualitas pemotongan yang sempurna. Kedua, KAIN adalah bahan baku utama garmen
yang mewakili sekitar 70% dari biaya garmen total. Itulah sebabnya cutting
adalah proses yang sangat penting, seperti hal penting lainnya adalah
mengontrol penghematan kain dan kualitas garmen.
5.Sewing:
Sewing adalah menggabungkan panel garmen dengan cara dijahit
dengan mesin didalam ruangan sewing. Sewing adalah proses mengkonversikan pola
kain 2D (2 Dimensi) ke dalam bentuk 3D. Operator menjalankan mesin jahit dan
dengan menggunakan benang jahit untuk menggabungkan potongan garmen.
Bermacam-macam mesin jahit yang digunakan disesuaikan dengan jenis jahitan.
Dalam industri garmen biasanya mesin jahit berada dalam beberapa baris (line).
Panel potongan disuapkan/diproses pada bagian line depan, melewati beberapa
proses di line sampai pada akhir line (end line) garment proses selesai. Setiap
mesin dijalankan oleh masing-masing operator dan operator menjahit hanya satu
atau dua macam proses garmen. Didalam line terdiri dari operator mesin jahit,
helper untuk membantu suplai potongan garmen, benang dan trim lainnya, Checker
Quality dan satu pengawas (atau satu Supervisor untuk 2 line).
Berbagai jenis mesin jahit yang tersedia :
• Single/multi needle industrial lockstitch sewing machine
dgn/tanpa pisau pemotong.
• Blind stitch machine.
• Chain stitching machine.
• Flat lock machine (cylinder bed and flat bed).
• Over lock machine (Mesin obras 3 /4 and 5 benang).
• Single/double needle chain stitch machine.
• Zigzag flat bed sewing machine.
• Button stitch sewing machine.
• Button hole sewing machine.
• Feed of Arm sewing machine.
• Label/elastic inserting machine.
• Bar tacking machine.
• Hemstitch machine.
• Pin tucking machine.
• Smocking machine / Automatic multi needle shirring
machine.
• Collar and cuff turning and blocking machine and pressing
machine.
• Shoulder pad-attaching machine.
6.Buang/potong Benang:
Setelah dijahit, semua sisa benang yang tergantung dipotong
dengan cara dipotong dengan gunting tangan. Mesin potong benang otomatis juga
tersedia untuk melakukan tugas ini. Semua sisa benang dalam garmen yang dihapus
juga. Persyaratan kualitas yang mendasar adalah Garment tanpa sisa benang.
7.Washing:
Proses ini dilakukan bila buyer menginginkan proses washing
atau spesial perlakuan akhir garmen. Untuk warna yang terang, garment di
washing untuk menghilangkan noda dan luntur meskipun buyer tidak menginginkan
garmen dicuci.
8.Finishing:
Umumnya proses ini termasuk proses memeriksa garmen,
memeriksa ukuran, setrika/gosokan, dan bercak. Setelah garmen dijahit, semua
garment yang di cek oleh quality checker untuk memastikan bahwa garmen dibuat
sesuai standar kualitas buyer. Memeriksa garmen biasanya dilakukan untuk
melihat penampilan secara visual dan ukuran yang tepat. Alat penembak yang
diisi dengan air/bahan kima tertentu (Spray gun= spotting) diperlukan untuk
menghilangkan noda yang ada di bagian tertentu. Berbagai bahan kimia (pelarut)
digunakan untuk menghilangkan berbagai jenis noda minyak , marks (seperti noda
bekas air dsbnya) dan noda luntur. Setiap garmen kemudian disetrika untuk
menghilangkan kusut dengan cara ditekan proses penyetrikaannya.
9.Packing dan lipat:
Garmen kemudian dilipat dengan menggunakan tissue dan
lembaran karton. Cara pelipatan garmen bervariasi tergantung keinginan buyer.
Hang tag, spesial hang tag dan stiker harga dipasang dengan benang atau dengan
tag pin (plastik).Garmen dilipat dan ditandai kemudian dikemas ke dalam
polybag. Selama pengepakan garmen secara acak diperiksa oleh internal
pengendali kualitas untuk memastikan bahwa barang-barang berkualitas saja yang
dikemas.
10.Proses lainnya:
Trend fashion saat ini sangat sedikit pakaian yang dibuat
tanpa proses nilai tambah, seperti printing, pencelupan garmen, spesial
washing, bordir, add work (bordir tangan dengan banyak pekerjaan manik-manik)
11.Final Inspection dan pengiriman:
Setelah garmen selesai dikemas (juga dikenal sebagai
pengiriman), sebelum pengiriman pemeriksaan kualitas garmen dilakukan QA Buyer
departemen. Banyak se kali seorang auditor pihak ketiga disewa untuk melakukan
pekerjaan final inspection. Jika barang yang sudah dikemas memenuhi standar
kualitas buyer, pengiriman diterima oleh buyer. Pabrik kemudian mengirimkan
barang tersebut ke pembeli.

